Kusamba, Pintu Lain Menuju Pulau Nusa


Kusamba merupakan perkampungan antara Klungkung dan Denpasar Bali. Saat pagi hari sebelum matahari terbit di Kusamba tidak terlihat keramaian. Memasuki Kusamba anda bisa melihat ibu – ibu yang sedang membenahi jaring ikan dengan senyum ramah kepada setiap orang yang lewat. Bau asinnya garam yang menyengat dan bau amis dari ikan yang segar akan tercium saat memasuki Kusamba. Ketika masuk Pantai Kusamba tidak ada petugas yang menjaga gerbang seperti pantai lain di Bali dan sampah dimana – mana sehingga terlihat kotor. Tempat ini tidak menunjukkan tempat untuk rekreasi dan berlibur seperti pantai lainnya di Bali.

Jarak Kusamba dari Denpasar sekitar 30 km dan 7 km dari Ibu kota kabupaten Semarapura, Klungkung. Jarak yang mudah dtempuh dengan kendaraan menjadikan tempat ini sebagai gerbang/ pintu lain menuju tiga pulau Nusa yaitu Pulau Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan yang merupakan pulau yang terpisah dari Bali tetapi masih bagian dari kabupaten Klungkung. 

Menuju Nusa Penida hanya bisa dilewati dengan perjalanan laut. Biasanya wisatawan memilih jalur Sanur dan Padang Bai yang menjadi jalur penyeberangan lain untuk menuju Nusa Penida dengan menggunakan transportasi laut kapal Roro dan Fast Boat.

Sisi lain dari Kusamba

Kapal sampan menjadi akomodasi tradisional andalan masyarakat Nusa. Para Pedagang dan pengusaha di Nusa mengangkut dan membawa barang menuju Nusa dari Kusamba. Barang – barang ini yang akan dijual di Nusa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Pulau Nusa. Barang – barang ini diberikan nama pemiliknya saat diseberangkan dengan kapal sampan agar tidak tertukar dengan barang milik yang lain. Setiap keranjang, karung dan kardus dikenakan tarif harga Rp 5000. Barang yang diseberangkan bermacam – macam seperti beras, air mineral, sayur, telur, tabung gas, bahan bangunan, dan kebutuhan upacara agama. Biasanya pemilik kapal yang melayani angkutan barang dan menyeberangkan barang ini hanya melayani sekali angkutan setiap hari dan besok hari nya dari Nusa mengangkut pedagang yang akan berbelanja ke pasar Klungkung. Pemilik kapal juga harus melihat kondisi cuaca dan beban angkut kapal sampan yang terbatas agar tidak membahayakan saat menyeberang dan bisa sampai dengan selamat.

Penyeberangan menggunakan jukung/ kapal sampan ini merupakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat di pesisir Kusamba yang juga bermata pencaharian sebagai nelayan dan petani garam tradisional karena pedagang yang mengangkut barang dari pasar Klungkung ke Kusamba tidak setiap hari. Jadi kegiatan ini menjadi penghasilan tambahan disamping pekerjaan utama mereka.

Di warung – warung kecil sekitar pantai Kusamba anda bisa menikmati kuliner nikmat dengan harga terjangkau dan murah karena tempat ini belum populer untuk wisata kuliner. Anda bisa menikmati ikan bakar dan sate lilit dengan sambal khas Bali yang sayang jika dilewatkan. Di tempat inilah bisa menemukan pemandangan yang berbeda dari pantai yang ada di Bali. Masyarakat dengan hidup yang sederhana dan bekerja keras dalam menjalani kehidupan nya sehari – hari.

Baca Juga Tulisan Berikut :