Pura Dalem Ped Nusa Penida

Bali dikenal sebagai daerah yang masih memegang erat budaya nya terlebih lagi adat istiadat dalam melakukan persembahyangan . Pura – pura di Bali harus dijaga kesuciannya. Salah satu pura yang paling dikenal oleh seluruh umat Hindu di  pelosok Bali dan di luar Bali yaitu Pura Dalem Ped Nusa Penida atau tepatnya Pura Penataran Agung Ped di Nusa Penida. Keberadaan pura ini dikeramatkan dan aura mistis masih sangat kental jika anda berkunjung ke pura ini.

Sejarah Pura Dalem Ped atau Penataran Agung Ped Nusa Penida

Sejarah Pura Dalem Ped atau Pura Penataran Agung Ped sangat menarik dan pastinya juga terkesan mistis. Awalnya sebutan untuk Pura Penataran Agung Ped menjadi perdebatan. Kelompok Puri Klungkung, Puri Gelgel dan Mangku Rumodja Mangku Lingsir, menyebut pura ini Pura Penataran Ped. Sedangkan para balian di Bali menyebutnya Pura Dalem Ped.

Dewa Ketut Soma seorang penulis buku dan penekun spiritual dalam tulisannya Selayang Pandang Pura Ped berpendapat, kedua sebutan yang berbeda itu benar adanya. Menurutnya, yang dimaksud Pura Dalem Penataran Ped, yaitu “penataran”-nya dan “dalem”-nya.

Beberapa petunjuk menyebutkan awalnya bernama Pura Dalem. Dalam buku Sejarah Nusa dan Sejarah Pura Dalem Ped yang ditulis Drs. Wayan Putera Prata menyebutkan Pura Dalem Ped awalnya bernama Pura Dalem Nusa. Penggantian nama dilakukan tokoh Puri Klungkung pada zaman I Dewa Agung. Penggantian nama itu setelah Ida Pedanda Abiansemal bersama pepatih dan pengikutnya secara beriringan (mapeed) datang ke Nusa untuk melihat secara langsung kebenaran atas keberadaan tiga tapel sakti di Pura Dalem Nusa.

Tapel – tapel itu karena kesaktiannya bisa menyembuhkan berbagai penyakit yang diderita manusia dan tumbuh-tumbuhan. Sebelumnya, Ida Pedanda Abiansemal juga kehilangan tiga tapel. Begitu melihat tiga tapel yang ada di Pura Dalem Nusa, ternyata tapel itu miliknya yang hilang. Tapi, Ida Pedanda tidak mengambil balik lagi tapel-tapel itu dengan syarat warga Nusa menjaga dengan baik dan melakukan upacara semestinya  secara terus menerus.

Akhirnya kesaktian tiga tapel itu terdengar ke seluruh pelosok Bali. Warga Subak Sampalan saat itu menghadapi serangan hama tanaman seperti tikus, walang sangit dan lainnya. Saat mendengar kesaktian tiga tapel itu, seorang kelian subak diutus untuk menemui tapel tersebut di Pura Dalem Nusa. Setelah sampai, kelian subak memohon agar Subak Sampalan terhindar dari berbagai penyakit yang menyerang tanaman. Permohonan itu terwujud dan hasil panen menjadi melimpah.

Sesuai janjinya, warga kemudian melakukan upacara mapeed. Kabar pelaksanaan upacara mapeed terdengar sampai seluruh pelosok Nusa. Sejak itu I Dewa Agung Klungkung mengganti nama Pura Dalem Nusa dengan Pura Dalem Peed (Ped).

Yang bisa ditemukan di Pura Dalem Ped / Pura Penataran Agung Ped

Kita selalu menyebut Pura Dalem PedPura Penataran Agung Ped kerena memang masih ada 2 sebutan untuk pura terbesar di Nusa Penida ini.

Pada area Pura Dalem PedPura Penataran Agung Ped, terdapat lima lokasi pura. Pura Segara, tempat beristananya Batara Baruna, terletak dibagian utara dekat dengan bibir pantai lautan selat nusa. Deburan ombak lautan terdengar dari pura ini. Di selatan terdapat pura taman dengan kolam dihiasi tanaman bunga teratai melingkari pelinggih di dalamnya, pura ini untuk tempat penyucian. Pura utama terdapat di bagian barat yaitu Penataran Ratu Gede Mecaling sebagai pura utama yang menjadi simbol kesaktian penguasa Nusa. Di sebelah timur terdapat Pelebaan Ratu Mas. Terakhir yaitu Bale Agung yang terdapat di jaba tengah yang menjadi linggih batara – batara saat ngusaba. Karena pengaruhnya yang sangat luas, Pura Penataran Agung Ped disepakati sebagai Pura Kahyangan Jagat. Selain umat hindu, tidak jarang juga banyak wisatawan yang tertarik untuk berkunjung ke pura ini.

Yang biasa dilakukan di Pura Dalem Ped / Pura Penataran Agung Ped

Di Pura Penataran Agung Ped, umat Hindu beramai – ramai untuk melakukan persembahyangan pada hari – hari suci lainnya saat tilem, purnama dan hari baik lainnya. Pura ini didatangi umat Hindu untuk memohon keselamatan, kerahayuan, kesejahteraan dan ketenangan. Upacara pujawali di Pura Penataran Agung Ped dilangsungkan setiap Budha Cemeng Klawu. Hari Budha Cemeng Klawu ini untuk mengingatkan umat Hindu pada hari keuangan yang disebut Pujawali Batari Rambut Sedhana. Yang perlu diingat jika bersembahyang ke Pura Penataran Ped dilarang kencing berdiri di sekitaran area pura, tidak boleh menggunakan bunga pucuk di dekat pura, tidak boleh menggunakan saput poleng, dan tidak boleh menyanyikan gending lagu janger.

Lokasi Pura Dalem Ped / Pura Penataran Agung Ped

Pura Penataran Agung Ped terletak di Desa Ped, Sampalan, Pulau Nusa Penida. Letaknya sekitar 50 meter sebelah selatan bibir pantai lautan Selat Nusa Penida. Jika anda datang melalui pelabuhan Buyuk diperlukan  sekitar 5 – 10 Menit berkendara.

Untuk Rute Butuk ke Dalem Ped Bisa dilihat di Google Map Pelabuhan Buyuk Ke Dalem Ped

Bagaimana cara menuju lokasi Pura Dalem Ped / Pura Penataran Agung Ped

Anda bisa berkunjung ke Pura ini dengan membeli tiket speedboat dari Sanur atau Padang Bai atau menggunakan kapal roro  karena biaya nya lebih murah dari speedboat. Jika dari Padang Bai menempuh waktu sekitar 30 menit, dan dari Sanur menempuh waktu lebih lama. Untuk umat Hindu yang sekaligus melakukan tirta yatra ke pura lainnya di Nusa Penida bisa memakai jasa paket tour tirta yatra atau menyewa mobil sekaligus supir.

Berikut lokasi Pura ini di Google Map :

Jadi bagi anda yang ingin mengunjungi dan bersembahyang ke Pura Penataran Agung Ped,tetaplah menjaga tata krama sikap perilaku dan perkataan.

 

Baca Juga Tulisan Berikut :